4/28/2018

Published 4/28/2018 by with 0 comment

Tata Cara Shalat Jenazah

Tata Cara Shalat Jenazah yang Mudah

 

Di antara kewajiban orang Islam atas orang Islam lainnnya adalah shalat atas jenazah. Hukum shalat jenazah atau sembahyang untuk mayyit Muslim adalah fardlu kifayah. Artinya, wajib dilaksanakan minimal oleh satu orang. Bila tak ada yang menunaikannya secara sengaja  maka status dosa menimpa umat Islam secara umum.


Maka dari itu, jika ada keluarga, saudara, tetangga atau teman kita (yang beragama Islam) meninggal dunia, hendaklah kita ikut menshalatinya. Dan lebih bagus jika ikut mengantarkan jenazahnya ke pemakaman. Karena sabda Rasulullah SAW :

مَنْ أَتْبَعَ جَنَزَةَ مُسْلِمٍ اِيْمَاناً وَ احْتِسَاباً وَ كَانَ مَعَهَا حَتَّى يُصَلَّى عَلَيْهاَ وَيُفْرَغُ مِنْ دَفْنِهاَ فَإِنَّهُ يَرْجِعُ مِنَ اْلاَجْرِ بِقِراَطَيْنِ. كُلُّ قِراَطٍ مِثْلُ اُحُدٍ وَ مَنْ صَلَّى عَلَيْهاَ ثُمَّ رَجَعَ قَبْلَ اَنْ تُدْفَنَ فَلَهُ قِراَطٌ ( رواه البخارى )

“Barangsiapa mengiring (mengantar) jenazah muslim karena iman dan mengharapkan pahala, hingga ikut menshalati mayyit sampai selesainya mayit dikubur, maka sekembalinya (dari pemakaman) mendapat ganjaran dua qirath, tiap qirath laksana sebesar gunung Uhud. Dan barangsiapa ikut menyolatkan jenazah tetapi ia pulang sebelum mayit dikubur, maka ia hanya mendapatkan pahala satu qirath.” (HR. Imam Bukhari)


Urutan Tata Cara Shalat Jenazah 


Maka dari itu, sangatlah rugi bila kita berta’ziah tetapi tidak ikut menyolatkan dan mengantarkan jenazah sampai ke pemakaman.
Menshalati adalah salah satu fardlu kifayah (kewajiban) selain memandikan jenazah, mengafani, dan terakhir menguburnya. Secara teknis tata cara shalat jenazah berbeda dengan  tata cara shalat pada umumnya, karena  tidak menggunakan gerakan ruku’, i’tidal, dan sujud dan gerakan-gerakan lainnya.
Rukun-rukun yang harus dilaksanakan dalam shalat jenazah antara lain :

1. Niat

Niat wajib digetarkan di dalam hati. Adapun mengucapkan niat dengan lisan adalah diperbolehkan untuk membantu mantapnya hati. Lafazh niat sholat jenazah adalah:
(Bila jenazah yang akan disholati adalah laki-laki)
أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتِ فَرْضًا لِلَّهِ تَعَالَى
“Usholli ‘ala hadzal mayyiti fardlollillahi ta’ala”
Niat sholat untuk jenazah perempuan :
أُصَلِّى عَلَى هَذَا الْمَيِّتَةِ فَرْضًا لِلَّهِ  تَعَالَى
“Usholli ‘ala hadzal mayyitati fardlol lillahi ta’ala”

2. Berdiri (Bagi yang mampu)

Sholat jenazah dilaksanakan dengan berdiri bila mampu berdiri. Jika tidak mampu maka boleh sholat sambil duduk.
3. Membaca surat Al Fatihah

4. Bertakbir 4 kali

5. Membaca sholawat atas Nabi

6. Berdo’a untuk jenazah

7. Mengucapkan salam secara lengkap


 Baca juga "Do'a Berbuka Puasa Senin Kamis" 

 Secara berurutan tata cara shalat jenazah adalah sebagai berikut :

Pertama berdiri dengan posisi jenazah di depan jamaah sholat. Bila jenazah laki-laki, Imam berdiri di dekat kepala mayit. Dengan posisi kepala mayit di sebelah kiri Imam. Bila mayit perempuan, Imam berdiri di tengah mayit. Lalu berniat dalam hati seperti bacaan niat di atas.

Kedua bertakbir (takbir pertama) lalu membaca surat Al Fatihah sampai selesai.

Ketiga, setelah  baca Al Fatihah  selesai, disambung dengan takbir yang kedua lantas membaca sholawat Nabi :
اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ
“Allahumma sholli ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad”
Lebih bagus lagi bila disambung dengan :

كَماَ صَلَّيْتَ عَلَى سَيذِدِناَ اِبْراَهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِناَ اِبْراَهِيْمَ وَبَرِكْ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ كَماَ بَرَكْتَ عَلَى سَيِّدِناَ اِبْراَهِيْمَ وَ عَلَى آلِ سَيِّدِناَ اِبْراَهِيْمَ فِى الْعاَلَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

"Kamaa shollaita ‘ala sayyidina Ibrohim wa ‘ala ali sayyidina Ibrohim wa barik ‘ala sayyidina Muhammad wa ‘ala ali sayyidina Muhammad kamaa barakta ‘ala sayyidina Ibrohim wa ‘ala sayyidina Ibrohim fil  ‘alamiina innaka hamiidum majiid.”

Keempat takbir lagi (takbir yang ketiga) lalu membaca do’a untuk mayit (bila mayitnya laki-laki) :

اللهُمَّ إغْفِرْ لَهُ وَ ارْحَمهُ وَ عاَفِهِ وَاعْفُ عَنْه ُ وَ اجْعَلْ الْجَنَّةَ مَثْوَاهُ اللهُمَّ أَبْدِلْهُ داَرًا خيْراً مِنْ داَرِهِ , وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ  وَاَهْلاً مِنْ اَهْلِهِ   
اللهُمَّ إِنَّهُ نَزَلَ بِكَ وَاَنْتَ خَيْرٌ مَنْزُوْلٍ بِهِ , اللهُمَّ أَكْرِمْ نُزُوْلَهُ وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ

“Allahummaghfir lahu warhamhu wa ‘afihi wa’fu ‘anhu waj’al jannata matswahu, Allahumma abdilhu daron khoiron min darihi wa zaujan khoiron min zaujihi wa ahlan khoiron min ahlihi. Allahumma innahu nazala bika wa anta khoirun manzuulun bihi, Allahumma akrim nuzuulahu wa wassi’ madkholahu ”
Bila mayitnya perempuan maka do’anya :

اللهُمَّ اغْفِرْ لَهاَ وَ ارْحَمْهاَ وَ عاَفِهاَ وَاعْفُ عَنْهاَ وَاجْعَلِ اْلجَنَّةَ مَثْوَاهاَ. اللّهُمَّ ابْدِلْهاَ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهاَ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهاَ وَأَهْلًا خَيْراً مِنْ أَهْلِهاَ. اللَّهُمَّ إِنَّهاَ نَزَلَ بِكَ وَأَنْتَ خَيْرُ مَنْزُوْلٍ بِهاَ. اَللَّهُمَّ أَكْرِمْ نُزولَهاَ ووسِّعْ مَدْخَلَهاَ
 
"Allahummaghfir laha warhamha wa ‘afiha wa’fu ‘anha waj’al jannata matswaha, Allahumma abdilha daron khoiron min dariha wa zaujan khoiron min zaujiha wa ahlan khoiron min ahliha, Allahumma innaha nazala bika wa anta khoirun manzulin biha. Allahumma akrim nuzuulaha wa wassi’ madkholaha.”

Kelima, bertakbir lagi (takbir yang keempat) lalu membaca :
اللهُمَّ لاَ تَحْرِمْناَ اَجْرَهُ وَلاَ تَفْتِناَ بَعْدَهُ
Jika jenazah perempuan do’anya :

اللهُمّ لاتَحرِمْنا أَجْرَهاَ ولاتَفْتِنّا بَعدَهاَ

Keenam, mengucapkan salam secara sempurna sambil menoleh ke kanan dan ke kiri :

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Demikianlah tata cara shalat jenazah yang bisa dipaparkan. Terimakasih telah membaca artikel ini. Semoga bermanfaat.

Referensi :
nu.or.id
Kitab Sabilunnajah (Fasholatan lengkap)
Ringkasan Shahih  Bukhari









    email this

0 komentar:

Post a Comment