Showing posts with label tasawuf. Show all posts
Showing posts with label tasawuf. Show all posts

10/27/2021

Published 10/27/2021 by with 0 comment

Nama-nama Neraka dalam Al-qur 'an

Tingkatan Neraka

nama neraka



Bismillahirrahmannirrahim

Neraka adalah salah tempat untuk umat manusia di akhirat kelak. Neraka mempunyai beberapa tingkatan yang akan diterangkan berikut ini.

1. Neraka Jahanam

Menurut  mayoritas ulama tafsir, Jahanam adalah tingkatan neraka paling atas. Ia dikhususkan untuk umat Nabi Muhammad Shollallahu Alaihi Wassalam yang ahli maksiat yaitu para pengikut setan. Nama neraka ini disebut dalam surat al-Hijru berikut ini:


وَاِنَّ جَهَنَّمَ لَمَوْعِدُهُمْ اَجْمَعِيْنَۙ - ٤٣

لَهَا سَبْعَةُ اَبْوَابٍۗ لِكُلِّ بَابٍ مِّنْهُمْ جُزْءٌ مَّقْسُوْمٌ ࣖ - ٤٤

"Dan sesungguhnya Jahannam itu benar-benar tempat yang telah diancamkan kepada mereka (para pengikut setan) semuanya. Ia (jahannam) mempunyai tujuh pintu. Tiap-tiap pintu (telah ditetapkan) untuk golongan yang tertentu dari mereka." (Qur'an Surat al-Hijru ayat: 43-44). 

2.    Neraka Lazha

Menurut Mufassir, kata lazha sendiri berarti ‘menyala-nyala’. Hal ini sejalan dengan keterangan dalam dalam surat al-Lail: 

"Maka kami memperingatkan kalian dengan neraka yang menyala-nyala." (QS al-Lail [92]: 14).

 "Tidak ada yang masuk ke dalamnya kecuali orang yang paling celaka yang mendustakan (kebenaran) dan berpaling (dari iman). (QS al-Lail [92]: 15-16).

Lebih lanjut, Syekh al-Samarqandi menafsirkan, maksud kata "naran talazha" dalam ayat tersebut adalah neraka sangat memberatkan para penghuninya, begitu marah kepada mereka, dan menakut-nakuti mereka dengan ringkikan panjangnya.

Adapun orang yang akan memasukinya, menurut al-Samaqandi, adalah mereka yang celaka di penghujung hayatnya karena mendustakan tauhid dan berpaling dari keimanan, berpaling dari ketaatan kepada Allah dan menghadap untuk menaati setan.

nama-nama neraka


3. Neraka Huthamah

Calon penghuni neraka ini adalah orang yang suka mengumpat atau gibah, orang yang gemar mengadu domba atau namimah, dan orang yang terpedaya dengan harta kekayaannya. Mereka mengira bahwa harta akan membuat kekal di dunia. Padahal, sejatinya harta dan kekayaan adalah perhiasan dunia, kecuali harta yang diinfakkan di jalan Allah, yang bermanfaat dan menolong diri mereka hanyalah keimanan dan amalan saleh, 

Keterangan tentang neraka ini dapat kita temukan dalam Surat al-Humazah sebagai berikut:

"Sekali-kali tidak! Sesungguhnya dia benar-benar akan dilemparkan ke dalam Huthamah. Dan tahukah kamu apa Huthamah itu? (yaitu) api (yang disediakan) Allah yang dinyalakan, yang (membakar) sampai ke hati. Sesungguhnya api itu ditutup rapat atas mereka." (QS al-Humazah [104]: 4-8). 

4.    Neraka Sa’ir

Menurut keteranganAl-Qur’an, makna Sa‘ir  itu sendiri adalah ‘menyala-nyala’. Digambarkan dalam surat al-Mulk, neraka ini merupakan seburuk-buruknya tempat kembali. Tatkala dilemparkan ke dalam neraka ini, para penghuninya akan mendengar suara yang mengerikan. Hampir saja neraka itu terpecah lantaran kemarahannya. Setiap kali para penghuninya dilemparkan, para penjaga neraka itu bertanya:

"Apakah belum pernah datang kepadamu seorang pemberi peringatan?"

Mereka menjawab: 

"Benar ada, namun kami mendustakannya."

 Akhirnya, mereka menyesal. Sekiranya kami mendengarkan atau memikirkan piringatan itu, niscaya kami tidak termasuk penghuni neraka Sa‘ir yang menyala-nyala ini. 

Berdasarkan informasi surat al-Mulk, diketahui bahwa di antara calon penghuni neraka ini adalah mereka yang mendustakan pemberi peringatan. Ditambahkan dalam surat yang lain, calon penghuni neraka ini adalah orang-orang yang membantah tentang Allah tanpa ilmu pengetahuan dan para pengikut setan yang jahat.

5.    Neraka Jahim

Dijelaskan dalam Al-Qur’an bahwa neraka ini akan dihuni oleh orang kafir yang mendustakan ayat Allah.

"Tetapi orang-orang yang berusaha menentang ayat-ayat Kami dengan maksud melemahkan (kemauan untuk beriman), mereka itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahim." (QS al-Hajj [22]: 51).

Dalam ayat lain, neraka ini dijanjikan untuk orang-orang yang sesat: 

"Dan diperlihatkan dengan jelas neraka Jahim kepada orang- orang yang sesat. (QS Syu‘ara [26]: 91).  

Maksud orang-orang sesat di sana adalah orang-orang kafir dari kalangan bani Adam yang tersesat dari jalan petunjuk, sehingga mereka menyembah selain Allah, seperti berhala yang kelak tidak akan memberikan pertolongan kepada mereka.

6.    Neraka Saqar

Di antara calon penghuni neraka ini adalah yang meninggalkan shalat, tidak menyantuni orang miskin, suka membicarakan yang batil, dan pendusta hari pembalasan.

Hal itu sebagaimana yang disampaikan Al-Qur’an:

"Apakah yang memasukkan kamu ke dalam Saqar (neraka)? Mereka menjawab: Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat,  dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang batil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan." (QS Muddatsir [74]: 42-46). 

Tak hanya itu, neraka Saqar akan menjadi tempat kembalinya orang-orang yang berdosa dan sesat: Sesungguhnya orang-orang yang berdosa berada dalam kesesatan (di dunia) dan dalam neraka. (Ingatlah) pada hari mereka diseret ke neraka atas muka mereka. (Dikatakan kepada mereka): Rasakanlah sentuhan api neraka Saqar! (QS. al-Qamar: 47-48)

7.    Neraka Hawiyah

Disebutkan dalam banyak riwayat bahwa ini merupakan tingkatan neraka paling bawah. Disebutkan pula bahwa orang munafik akan menjadi calon penghuni neraka ini. Sebab, dijelaskan dalam Al-Qur’an: Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka. (QS al-Nisa’ [4]: 145).

Orang munafik sendiri adalah orang-orang yang ikrar beriman, beramal seperti orang-orang yang beriman, namun hatinya adalah hati orang yang kufur. 

Walhasil, beratnya siksaan dunia tak bisa dibandingkan dengan siksaan neraka. Seberat-beratnya siksaan dunia, berujung kematian. Sementara di neraka, tatkala daging dan kulit mereka hancur, daging dan kulit itu akan diganti dengan daging dan kulit yang lain.Perhatikan ayat berikut: 

"Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain, supaya mereka merasakan azab." (QS al-Nisa’ [4]: 56).

Demikian sedikit keterangan tentang nama-nama neraka. Semoga bermanfaat dan bisa menambah keimanan kita. Amiin Yaa Mujiibassailin.

Wallahu a'lam bisshawab.

   

Read More
    email this

10/09/2021

Published 10/09/2021 by with 0 comment

Jenis-jenis Sabar yangJarang Diketahui

Makna Sabar Menurut Islam


Sabar (al-shabru) menurut bahasa adalah menahan diri dari berkeluh kesah. Berkeluh kesah dari segala hal yang membuat hati seseorang tidak nyaman. Entah itu hinaan orang lain, rasa sakit yang tak kunjung sembuh, kegagalan atas sebuah rencana dan sebagainya.

Sabar merupakan sifat yang sangat terpuji. Sabar mudah diucapkan, tetapi sangat susah untuk diamalkan. Beruntunglah orang-orang yang dianugerahi sifat sabar.  


makna sabar dalam islam


Jenis-jenis Sabar

Dinukil dari buku "Oase Jiwa, oleh Kanthongumur, diterangkan tentang jenis-jenis sabar.
Sebenarnya, ada beberapa jenis sabar yang mungkin saja kita belum mengetahuinya. Mari kita simak baik-baik.

1. Sabar dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah Ta'ala. 

Sabar dalam hal ini membuahkan hasil berupa melanggengkan ketaatan dan menguatkannya. Seperti firman Allah Ta'ala berikut ini; 

"...dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak tidak meminta rezeki kepadamu, Kamilah yang memberi rezeki kepadamu. Dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa." (QS. Thaha: 132).

2. Sabar terhadap putusan hukum Allah

"Dan bersabarlah terhadap ketetapan Tuhanmu. Maka sesungguhnya kamu berada dalam penglihatan Kami, dan bertasbihlah dengan memuji Tuhanmu ketika kamu bangun berdiri." (QS. At-Thuur: 48)

3. Sabar dari melakukan kemaksiatan

Sabar dalam hal ini merupakan lantaran dan wasilah untuk meninggalkan kemaksiatan.

"Sesungguhnya barang siapa yang bertaqwa dan bersabar, maka sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik." (QS. Yusuf: 90)

4. Sabar atas cobaan dan bala yang menimpa

Banyak orang yang mengeluh bila ditimpa cobaan dan bala dalam hidupnya. Padahal, jika bersabar, maka akan membuahkan hasil berupa tunduk kepada keputusan Allah Ta'ala. 
Firman Allah Ta'ala :
....."dan bersabarlah terhadap apa yang menimpa kamu." (QS. Luqman: 17)

 ..."yaitu orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, orang-orang yang sabar terhadap apa yang menimpa mereka, orang-orang yang mendirikan sholat dan orang-orang yang menafkahkan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka." (QS. Al-Hajj; 35)

5. Sabar atas 5 (lima) cobaan yang telah disebut Allah Ta'ala dalam satu ayat (Albaqarah; 155). Yaitu: rasa takut, kelaparan, kurangnya harta, jiwa maupun buah-buahan.

"....dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan, dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah 155)

6. Sabar atas segala ucapan yang menyakitkan



makna sabar dalam islam



Orang yang bersabar atas hal ini, akan membuahkan hasil berupa melatih hati untuk menahan amarah dan tetap berbuat baik kepada orang yang telah menyakiti. Meskipun ia berkuasa untuk membalasnya.

"...dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik." (QS. Al-Muzammil: 10)

"...dan (juga) kamu sungguh-sungguh akan mendengar dari orang-orang yang diberi kitab sebelum kamu dan dari orang-orang yang mempersekutukan Allah, gangguan yang banyak yang menyakitkan hati. Jika kamu bersabar dan bertaqwa, maka sesungguhnya yang demikian itu termasuk urusan yang patut diutamakan." (QS. Ali Imran: 186)

7. Sabar karena kehilangan kekasih

Pahala bagi orang sabar yang kehilangan kekasih itu berbanding lurus dengan kadar cinta kepada kekasihnya. Semakin cinta kepada kekasihnya, maka atas sabar karena kehilangan dia semakin besar pula.

"......mereka datang membawa baju gamisnya (yang berlumuran) dengan darah palsu. Ya'qub berkata, "Sebenarnya dirimu sendirilah yang memandang baik perbuatan (yang buruk) itu, maka kesabaran yang indah itulah kesabaranku. Dan Allah sajalah yang dimohon pertolongan-Nya terhadap apa yang kamu ceritakan." (QS. Yusuf: 18)

8. Sabar karena kehilangan penglihatan

Firman Allah Ta'ala dalam sebuah hadits Qudsi:

"Barang siapa Aku coba dengan (kehilangan) kedua penglihatannya yang tercinta kemudian ia sabar, maka baginya surga."

9. Sabar dari sebagian perkara yang diperbolehkan (Mubah)

Di dalam Alqur'an dicontohkan, bahwa seoraang lelaki merdeka boleh menikahi budak perempuan, apabila ia takut terjerumus zina dan tidak memiliki biaya untuk menikahi perempuan merdeka.
Namun bila ia sadar, dengan cara tidak menikahi budak perempuan, hal itu lebih baik dibanding menikah dengan budak perempuan. Karena dengan tidak menikahi budak, berarti dia menyelematkan anak-anaknya kelak dari perbudakan. Sebab anak yang dihasilkan dari pernikahan dengan budak pun akan berstatus menjadi budak.

"(Kebolehan mengawini budak) itu, adalah bagi orang-orang yang takut kepada kepayahan menjaga diri (dari perbuatan zina) di antara kamu, dan kesabaran itu lebih baik bagimu." (QS. An-Nisa: 25)

10. Sabar atas kekalahan dalam hal materi 

Ketahuilah, dunia itu tidak berharga di mata orang yang berpangkat "al-arif" (orang yang telah mengenal Allah dan mengetahui hinanya dunia)
Tidak ada satu detikpun ia melihat dan menoleh kepada dunia. Oleh karena itu, kata sabar tidak dinisbatkan kepada dirinya saat ia kehilangan dunia. Bahkan ia menganggapnya sebagai anugerah dan kenikmatan yang besar. Sehingga ia akan bersyukur saat kehilangan materi, seperti nabi Ayyub 'Alaihissalam.

Demikianlah jenis-jenis sabar yang bisa dijelaskan. Adapun balasan bagi orang yang bersabar, itu bergantung pada besarnya perkara yang disabari. Jika bersabar atas ketaatan, tentu pahalanya lebih tinggi.

Wallahu a'lam bisshawab. 



Read More
    email this

3/26/2018

Published 3/26/2018 by with 0 comment

Dasar Ilmu Tasawuf

Arti Lima Pilar Islam (Rukun Islam) 

Pilar Islam atau lebih dikenal dengan rukun Islam (five pilars of Islam) adalah pondasi pokok yang menjaga tegaknya Islam. Ibarat bangunan, pilar tersebut berfungsi menjaga agar bangunan tetap kokoh dan tegak berdiri. Jika bangunan itu kokoh berdiri maka akan melindungi, menjaga dan memberikan kenyamanan dan ketentraman bagi penghuninya. 

five pilars of islam

 
Ketahuilah, bahwa pilar Islam (rukun Islam) ada 5 (lima) perkara. Seperti sabda Baginda Nabi Muhammad SAW :

عَنِ ابْنِ  عُمَرَ رَضِىَ اللهُ عَنْهُماَ قاَلَ : قاَلَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بُنِيَ الآِسْلاَمُ عَلَى خَمْسٍ شِهاَدَةٍ اَنْ لآإلَهَ 
إِلاَّ اللهُ وَ اَنَّ مُحَمَّداً رَسُوْلُ اللهِ وَإِقاَمِ الصَّلاَةَ وَإِيْتاَءِ الزَّكاَةِ وَالْحَجِّ وَ صَوْمِ رَمَضاَنَ راَوهُ الْبُحارِى َ

Dari Ibnu ‘Umar radliyallahu ‘anhuma, beliau berkata: Rasulullahi SAW bersabda :
“Islam dibangun di atas lima (tonggak); syahadat Laa Ila illa Allhu dan (syahadat) bahwa Muhammad SAW adalah utusan Allah, menegakkan sholat, membayar zakat, berhaji (ke Baitullah) dan berpuasa di bulan Ramadhan.” (HR. Bukhori)


Dari hadits di atas jelaslah bahwa agama Islam dibangun di atas lima tonggak/perkara.  Jika lima tonggak itu dijaga dan diamalkan, maka Islam akan tegak kokoh. Dan akan memberikan perlindungan kepada pemeluknya (kaum muslim).

Adapun lima perkara yang merupakan pilar Islam adalah :


1. Membaca 2 Kalimat Syahadat (Bacaan Syahadat)

Syahadat bermakna persaksian. Persaksian dari seorang hamba Islam. Syahadat ada 2 macam
- Syahadat Tauhid 
Syahadat tauhid ialah yang berbunyi :
اَشْهَدُ اَنْ لآإِلَهَ إلاَّ اللهُ
 
              “Asyhadu alla Ilaha illallahu” (Saya bersaksi bahwa tiada ILAH (Tuhan) yang berhak disembah selain Allah.”
  
 -  Syahadat Rasul yaitu:
اَشْهَدُ اَنَّ مُحَمَّداَ رَسُوْلُ اللهِ
          
               “Asyhadu anna Muhammadarrosulullah” (Saya bersaksi bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah)
Orang Islam atau orang yang akan masuk Islam maka syarat utamanya adalah membaca dua kalimat Syahadat (syahat tauhid dan syahadat rasul). Dengan bersyahadat berarti seseorang telah bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan Nabi Muhammad SAW adalah utusanNya. 

2. Menegakkan Sholat

Sholat menurut arti lughowiy (arti bahasa) adalah do’a. Sedangkan arti sholat menurut istilah ahli Fiqih adalah gerakan-gerakan(perbuatan) yang disertai dengan bacaan tertentu, yang diawali dengan lafazh Takbir dan diakhiri dengan ucapan salam.
Menegakkan sholat wajib hukum bagi muslim yang telah baligh (mencapai umur yang telah ditentukan hukum syara’). Kewajiban ini berlaku untuk sholat maktubah/ sholat 5 waktu, yaitu sholat 
Isya, Subuh, Zhuhur, Ashar dan sholat maghrib. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta’ala :


وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ (اَلْبَقَرَة



“ Dan dirikan sholat, tunaikanlah zakat dan rukuklah bersama orang-orang yang rukuk.” (S.
Albaqarah 43)

Juga sabda Nabi Muhammad SAW:
Dari Abu Qotadah bin Rib’I RA, Rasulullah SAW bersabda bahwa Allah SWT berfirman, “ Sesungguhnya Aku telah mewajibkan sholat lima waktu kepada umatmu. Dan Aku telah berjanji pada diri-Ku, bahwa barangsiapa yang menjaga sholat pada waktunya, niscaya akan Aku masukkan ke dalam surga dengan jaminan-Ku. Dan barangsiapa yang tidak menjaga sholatnya, maka Aku tidak memberi jaminan baginya.” (HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah) 

3. Menunaikan zakat

Menunaikan (membayar) zakat adalah rukun Islam yang ketiga. Perintah menunaikan zakat yaitu firman Allah Ta’ala : 

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَمَا تُقَدِّمُوا لأنْفُسِكُمْ مِنْ خَيْرٍ تَجِدُوهُ عِنْدَ اللَّهِ إِنَّ اللَّهَ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ

“Dan dirikanlah salat dan tunaikanlah zakat. Dan kebaikan apa saja yang kamu usahakan bagi dirimu, tentu kamu akan mendapat pahalanya pada sisi Allah. Sesungguhnya Allah Maha Melihat apa-apa yang kamu kerjakan.” (QS. Albaqoroh 110)
Di samping firman Allah SWT, juga sabda Rasulullah SAW :

عَننِ إِبْنِ عَباَّسٍ رَضِىَ اللهُ عَنْهُماَ : ( اَنَّ النَّبِيَ صلى الله عليه و سلم بَعَثَ مُعاَذاً رضي الله عنه إلى الْيَمَنِ
 اَلْحَدِيْثُ وَ فِيْهِ        فَذَكَرَ الْحَدِيْثُ وَفِيْهِ (أَنَّ اللهَ قَدِ إفْتَرَضَ عَلَيْهِمْ صَدَقَةٌ فِى اَمْواَلِهِمْ تُؤْخَذُ مِنْ أَغْنِيإهِمْ فَتُرَدُّ فُقَراَئهِمْ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ, و اللَّفْظُ لِلْبُخأَرِي

“Dari Ibnu ‘Abbas RA, bahwa Nabi Muhammad SAW mengutus sahabat Mu’adz bin Jabal ke negeri Yaman -ia meneruskan hadits itu- dan di dalamnya (beliau bersabda): “Sesungguhnya Allah telah mewajibkan mereka zakat dari harta mereka yang diambil dari orang-orang kaya di antara mereka dan dibagikan kepada orang-orang fakir di antara mereka.” Muttafaq alaih dan lafazhnya menurut Imam Bukhori.
Segala syarat dan rukun zakat telah diatur oleh hukum syara’. Umat Muslim tinggal melaksanakan ketentuan hukum syara’ tersebut.

4. Berhaji ke Baitullah

five pilar of islam
berhaji ke baitullah, pixabay.com

 Rukun Islam yang keempat adalah berhaji ke Baitullah (Mekah). Sama dengan zakat, syarat dan rukun haji juga telah ditentukan oleh hukum syara’. Menunaikan ibadah haji wajib hukumnya bagi muslim laki-laki maupun perempuan. Kewajiban ini berlaku bagi orang Islam yang telah mampu.
Perintah menunaikan ibadah haji didasarkan pada firman Allah Ta’ala :

وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ    

Artinya; “ Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh (QS. Alhajj 27)


(Baca juga, Penjelasan Lengkap Masalah Kurban)


Juga sabda Nabi Muhammad SAW :

Abdullah bin Abbas r.a. berkata, "Al-Fadhl bin Abbas mengiringi Rasulullah, lalu datang seorang wanita dari Khats'am. Kemudian al-Fadhl melihat kepadanya dan wanita itu melihat Fadhl. Lalu, Nabi mengalihkan wajah al-Fadhl ke arah lain. Wanita itu berkata, 'Wahai Rasulullah, sesungguhnya Allah mewajibkan hamba-Nya untuk haji. Ayahku terkena kewajiban itu, namun ia sudah tua bangka, tidak kuat duduk di atas kendaraan. Apakah saya menghajikannya?”  Beliau menjawab, “Ya.”  Hal itu pada Haji Wada'. (Ringkasan Shohih Imam Bukhori, hadits ke 750)

5. Berpuasa di bulan Ramadhan

Rukun Islam yang ke -5 adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa bermakna menahan haus dan lapar juga hal-hal yang membatalkan puasa dari dari terbitnya fajar sampai waktu maghrib. Puasa di bulan suci Ramadhan sangat besar manfaatnya. Dalil melaksanakan ibadah puasa yaitu firman Allah Ta’la : 

 يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَتَّكُمْ تَتَّقُوْن

Artinya : “Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan
atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (QS. Albaqarah 183)

Perintah puasa dari Rasulullah SAW :

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
"Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadhan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadhan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari)."  (Shahih Muslim No.1795)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
"Rasulullah saw. bersabda: Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari." (Shahih Muslim No.1808

Demikianlah penjelasan singkat mengenai makna/arti pilar Islam (rukun Islam). Semoga bermanfaat dan menambah keyakinan kita kepada Allah Ta’ala. Menjadi muslim yang sholih, taat pada setiap perintah Allah dan RasulNya. Terimakasih telah membaca artikel ini.

***************************************

Referensi;   Alqur’an dan terjemahannya,
                    Ringkasan Shahih Bukhari
                    Fiqihislam.com
                    alihamdan.id 
Read More
    email this