Bacaan niat sholat Idul Adha
Sholat Idul Adha adalah
salah satu sholat sunah yang pelaksanaannya setahun sekali. Yaitu di hari raya
Idul adha atau hari raya Qurban. Waktunya tanggal 10 Dzulhijjah atau bulan
haji. Sholat ini berjumlah 2 rakaat. Kemudian dilanjutkan dengan khutbah.
Walaupun termasuk ibadah sunah, tapi sholat Idul Adha
ini hukumnya termasuk sunah muakkad. Yaitu
sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh orang Islam. Hal ini berdasarkan keterangan dari kitab Fiqih Al
Bajuriy juz 1:
و الصلاة العيدين (الفطر و الأضحى) سنة مؤكدة وتشرع
وجماعة و لمنفرد ومسافر وحر وعبد و خنثى وامرأة لا جميلة ولاذات هيئة (قوله ولمنفرد)
فلا تشترط لها الجماعة كما هو ظاهر ولاتسن الخطيب للمنفرد وتسن أيضا للصبي المميز
فيطلب من وليه امره بها ليفعلها فيثاب عليها (البجوري
1
“Adapun shalat Iedlain (sholat dua hari
raya) adalah hukumnya sunah muakkad. Tata cara pelaksanaannya dianjurkan
dilaksanakan secara berjamaah. Begitu juga untuk yang dikerjakan munfarid
(sendirian) atau bagi musafir, budak atau orang merdeka, wanita dan khunsa
dengan syarat tidak menimbulkan fitnah. Adapun ucapan yang dimaksud munfarid
itu tidak disyaratkan pada pelaksanaannya itu berjamaah dan tidak disunahkan
adanya khotib bagi munfarid. Demikian juga disunahkan bagi anak yang sudah
mumayyiz (mendekati baligh) dan kepada orang tuanya untuk memerintahkan
melaksanakan shalat idul adha agar mendapat pahala.“ (Kitab Al Bajuri juz 1 /
332)
Dalil Perintah Sholat Idul Adha
Perintah shalat idul Adha adalah perintah Baginda Nabi
Muhammad SAW. Di antaranya :
Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata : “Adalah
Nabi SAW. pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha keluar ke mushalla (padang
untuk salat), maka pertama yang Beliau kerjakan adalah salat, kemudian setelah selesai dia berdiri
menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka,
lalu dia memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila dia hendak mengutus
tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah dia putuskan,dia
perintahkan setelah selesai dia pergi”. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
Telah berkata
Jaabir ra: “Saya menyaksikan salat Id
bersama Nabi Muhammad SAW. dia memulai salat sebelum khutbah tanpa adzan dan
tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu
memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk
taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai dia turun
mendatangai shaf wanita dan selanjutnya dia memperingatkan mereka. “(H.R :
Muslim)
Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia
berkata : Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada 'idul Fitri dan 'idul Adha
semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam
kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat
salat Id, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin
(mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami
yang tidak mempunyai jilbab? Dia bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan
kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama'ah)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi
SAW. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali dia memakan beberapa biji kurma,
dan dia memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
Diriwayatkan dari
Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata : Sesungguhnya Nabi
SAW. bertakbir pada salat Id dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh
kali takbir dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak salat sunnah
sebelumnya dan juga sesudahnya. (H.R : Amad dan Ibnu Majah)
Diriwayatkan bahwa
Ibnu Mas'ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya) :
Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah
maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah
dengan sanad shahih)
Diriwayatkan dari
Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia
berkata : Mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami
hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah
satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah
saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan
semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan
salat Id pada hari esoknya. (H.R : Lima kecuali At-Tirmidzi)
Diriwayatkan dari
Azzuhri, ia berkata : Adalah manusia (para sahabat) bertakbir pada hari raya
ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju tempat salat Id sampai
mereka tiba di musala (tempat salat Id) dan terus bertakbir sampai imam datang,
apabila imam telah datang, mereka diam dan apabila imam ber takbir maka
merekapun ikut bertakbir. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)
Bacaan Niat Shalat Idul Adha
Bacaan niat shalat Idul Adha yaitu :
أُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى
رَكْعَتَيْنِ مُسْتٌبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْما / اِماَماً للهِ تَعاَلَى
“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman/
imaman lillahi Ta’ala”
(Saya niat melaksanakan shalat sunah Idul Adha dua
raka’at menghadap qiblat (sebagai makmum/ Imam) karena Allah Ta’ala).
Bacaan/ lafal niat niat di atas harus digetarkan di
dalam hati. Sedangkan mengucapkannya adalah diperbolehkan.
Demikianlah keterangan tentang pengertian shalat Idul
Adha dan dalil-dalil perintahnya. Juga ada lafal niat shalat Idul Adha bahasa
Arab dan latinnya. Juga terjemahan bahasa Indonesianya. Semoga bermanfaat.
Wallahu a’alam bisshawab.
----------------------------------------
----------------------------------------
(Sumber : nu.or.id
Wikipedia.org
Santrimuda.com)
0 komentar:
Post a Comment