7/24/2018

Published 7/24/2018 by with 0 comment

Bacaan Niat Shalat Idul Adha


Bacaan niat sholat Idul Adha 

 

 Sholat Idul Adha adalah salah satu sholat sunah yang pelaksanaannya setahun sekali. Yaitu di hari raya Idul adha atau hari raya Qurban. Waktunya tanggal 10 Dzulhijjah atau bulan haji. Sholat ini berjumlah 2 rakaat. Kemudian dilanjutkan dengan khutbah.




Walaupun termasuk ibadah sunah, tapi sholat Idul Adha ini hukumnya termasuk sunah muakkad. Yaitu sunah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh orang Islam. Hal ini  berdasarkan keterangan dari kitab Fiqih Al Bajuriy juz 1:

و الصلاة العيدين (الفطر و الأضحى) سنة مؤكدة وتشرع وجماعة و لمنفرد ومسافر وحر وعبد و خنثى وامرأة لا جميلة ولاذات هيئة (قوله ولمنفرد) فلا تشترط لها الجماعة كما هو ظاهر ولاتسن الخطيب للمنفرد وتسن أيضا للصبي المميز فيطلب من وليه امره بها ليفعلها فيثاب عليها (البجوري 
1
“Adapun shalat Iedlain (sholat dua hari raya) adalah hukumnya sunah muakkad. Tata cara pelaksanaannya dianjurkan dilaksanakan secara berjamaah. Begitu juga untuk yang dikerjakan munfarid (sendirian) atau bagi musafir, budak atau orang merdeka, wanita dan khunsa dengan syarat tidak menimbulkan fitnah. Adapun ucapan yang dimaksud munfarid itu tidak disyaratkan pada pelaksanaannya itu berjamaah dan tidak disunahkan adanya khotib bagi munfarid. Demikian juga disunahkan bagi anak yang sudah mumayyiz (mendekati baligh) dan kepada orang tuanya untuk memerintahkan melaksanakan shalat idul adha agar mendapat pahala.“ (Kitab Al Bajuri juz 1 / 332)

Dalil Perintah Sholat Idul Adha

Perintah shalat idul Adha adalah perintah Baginda Nabi Muhammad SAW. Di antaranya : 
 Diriwayatkan dari Abu Said, ia berkata : “Adalah Nabi SAW. pada hari raya Idul Fitri dan Idul Adha keluar ke mushalla (padang untuk salat), maka pertama yang Beliau kerjakan adalah salat, kemudian setelah selesai dia berdiri menghadap kepada manusia sedang manusia masih duduk tertib pada shaf mereka, lalu dia memberi nasihat dan wasiat (khutbah) apabila dia hendak mengutus tentara atau ingin memerintahkan sesuatu yang telah dia putuskan,dia perintahkan setelah selesai dia pergi”. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)

Telah berkata Jaabir ra:  “Saya menyaksikan salat Id bersama Nabi Muhammad SAW. dia memulai salat sebelum khutbah tanpa adzan dan tanpa iqamah, setelah selesai beliau berdiri bertekan atas Bilal, lalu memerintahkan manusia supaya bertaqwa kepada Allah, mendorong mereka untuk taat, menasihati manusia dan memperingatkan mereka, setelah selesai dia turun mendatangai shaf wanita dan selanjutnya dia memperingatkan mereka. “(H.R : Muslim)

Diriwayatkan dari Ummu 'Atiyah ra. ia berkata : Rasulullah SAW. memerintahkan kami keluar pada 'idul Fitri dan 'idul Adha semua gadis-gadis, wanita-wanita yang haid, wanita-wanita yang tinggal dalam kamarnya. Adapun wanita yang sedang haid mengasingkan diri dari mushalla tempat salat Id, mereka menyaksikan kebaikan dan mendengarkan da'wah kaum muslimin (mendengarkan khutbah). Saya berkata : Yaa Rasulullah bagaimana dengan kami yang tidak mempunyai jilbab? Dia bersabda : Supaya saudaranya meminjamkan kepadanya dari jilbabnya. (H.R : Jama'ah)
Diriwayatkan dari Anas bin Malik ra. ia berkata : Adalah Nabi SAW. Tidak berangkat menuju mushalla kecuali dia memakan beberapa biji kurma, dan dia memakannya dalam jumlah bilangan ganjil. (H.R : Al-Bukhary dan Muslim)
  
Diriwayatkan dari Amru bin Syu'aib, dari ayahnya, dari neneknya, ia berkata : Sesungguhnya Nabi SAW. bertakbir pada salat Id dua belas kali takbir. dalam raka'at pertama tujuh kali takbir dan pada raka'at yang kedua lima kali takbir dan tidak salat sunnah sebelumnya dan juga sesudahnya. (H.R : Amad dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan bahwa Ibnu Mas'ud ra. bertakbir pada hari-hari tasyriq dengan lafadz sbb (artinya) : Allah maha besar, Allah maha besar, tidak ada Illah melainkan Allah dan Allah maha besar, Allah maha besar dan bagiNya segala puji. (H.R Ibnu Abi Syaibah dengan sanad shahih)

Diriwayatkan dari Abi Umair bin Anas, diriwayatkan dari seorang pamannya dari golongan Anshar, ia berkata : Mereka berkata : Karena tertutup awan maka tidak terlihat oleh kami hilal syawal, maka pada pagi harinya kami masih tetap shaum, kemudian datanglah satu kafilah berkendaraan di akhir siang, mereka bersaksi dihadapan Rasulullah saw.bahwa mereka kemarin melihat hilal. Maka Rasulullah SAW. memerintahkan semua manusia (ummat Islam) agar berbuka pada hari itu dan keluar menunaikan salat Id pada hari esoknya. (H.R : Lima kecuali At-Tirmidzi)
Diriwayatkan dari Azzuhri, ia berkata : Adalah manusia (para sahabat) bertakbir pada hari raya ketika mereka keluar dari rumah-rumah mereka menuju tempat salat Id sampai mereka tiba di musala (tempat salat Id) dan terus bertakbir sampai imam datang, apabila imam telah datang, mereka diam dan apabila imam ber takbir maka merekapun ikut bertakbir. (H.R: Ibnu Abi Syaibah)

Bacaan Niat Shalat Idul Adha

Bacaan niat shalat Idul Adha yaitu :
أُصَلِّى سُنَّةً لِعِيْدِ اْلأَضْحَى رَكْعَتَيْنِ مُسْتٌبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْما / اِماَماً للهِ تَعاَلَى

“Ushalli sunnatan li’idil adha rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman/ imaman lillahi Ta’ala”
(Saya niat melaksanakan shalat sunah Idul Adha dua raka’at menghadap qiblat (sebagai makmum/ Imam) karena Allah Ta’ala).

Bacaan/ lafal niat niat di atas harus digetarkan di dalam hati. Sedangkan mengucapkannya adalah diperbolehkan.
Demikianlah keterangan tentang pengertian shalat Idul Adha dan dalil-dalil perintahnya. Juga ada lafal niat shalat Idul Adha bahasa Arab dan latinnya. Juga terjemahan bahasa Indonesianya. Semoga bermanfaat. 
Wallahu a’alam bisshawab.

----------------------------------------
(Sumber : nu.or.id
                  Wikipedia.org
                  Santrimuda.com)




    email this

0 komentar:

Post a Comment