5/30/2018

Published 5/30/2018 by with 0 comment

Tata Cara Puasa Ramadlan


Tata Cara Puasa Ramadlan

Puasa Ramadlan adalah suatu ibadah yang wajib dilaksanakan oleh orang Islam. Merupakan rukun Islam ke empat yang harus dijaga agar kekokohan Islam semakin kuat. Dijaga dalam artian puasa tersebut wajib ditunaikan oleh setiap muslim dan muslimat yang sudah memenuhi syarat.


Arti Puasa

Puasa/ shaum menurut bahasa (lughawi) artinya adalah menahan diri (إِمْسَاك). Sedangkan menurut istilah, puasa artinya menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa. Puasa ada yang wajib ada pula yang sunah. Puasa wajib adalah puasa di bulan Ramadlan. Sedangkan puasa sunah banyak macamnya. Di antaranya adalah puasa di hari Senin dan Kamis, puasa enam hari di bulan Syawal, puasa hari Asyura dan sebagainya.

Dalil Puasa Ramadlan


Dalil perintah puasa Ramadlan adalah firman Allah Ta’ala, yaitu :

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلىَ الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوُنَ
"Hai orang-orang yang beriman diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertaqwa.” (al Baqarah 183)

Di samping perintah dari Allah Ta’ala, perintah berpuasa juga datang dari Nabi Muhammad SAW. Di antaranya adalah :

Hadis riwayat Ibnu Umar ra.:
Dari Nabi saw. bahwa beliau menyebut-nyebut tentang bulan Ramadan sambil mengangkat kedua tangannya dan bersabda: Janganlah engkau memulai puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Ramadan dan janganlah berhenti puasa sebelum engkau melihat hilal awal bulan Syawal. Apabila tertutup awan, maka hitunglah (30 hari). (Shahih Muslim No.1795)

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Rasulullah saw. bersabda:  “Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Ramadan), maka hendaklah engkau memulai puasa. Apabila engkau melihat hilal (awal bulan Syawal), maka hendaklah engkau berhenti puasa. Dan apabila tertutup awan, maka hendaklah engkau berpuasa selama 30 hari.”  (Shahih Muslim No.1808)
Di samping dalil-dalil di atas, tentunya masih banyak lagi dalil lainnya.

Syarat- syarat berpuasa Ramadlan

Syarat-syarat orang berpuasa bulan Ramadlan  adalah sebagai berikut :

1. Islam
Yang wajib melaksanakan kewajiban berpuasa di bulan Ramadlan adalah orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan. Orang non Islam tidak berkewajiban menjalankan ibadah puasa Ramadlan. 

2. Baligh
Syarat kedua adalah sudah baligh. Usia baligh itu antara laki-laki dan perempuan berbeda. Jika laki-laki usia balighnya adalah 15 tahun. Atau sudah pernah mengalami mimpi basah (mimpi keluar mani). Sedangkan tanda baligh pada perempuan adalah bila ia telah mengalami haid. Pada umumnya perempuan mengalami haid pertama kali pada usia 9 tahun.

3. Berakal normal
Orang yang wajib berpuasa Ramadlan adalah orang yang berakal normal/sempurna. Orang yang mabuk dan cacat mental tidak wajib berpuasa.

4. Kuat menjalankan ibadah puasa
Syarat keempat adalah kuat(mampu) menjalankan menjalankan ibadah puasa. Bila tidak mampu maka wajib menggantinya di bulan berikutnya. Atau membayar fidyah.

5. Mengetahui Awal Bulan Ramadlan
Awal datangnya bulan Ramadlan ditandai dengan munculnya "hilal". Munculnya hilal ini bisa dilihat dengan alat bantu (yang sekarang makin canggih). Juga bisa dilihat dengan mata telanjang. Tapi orang yang melihat hilal dengan mata telanjang ini harus memenuhi syarat-syarat tertentu.

Niat berpuasa Ramadlan

Kita tahu bahwa semua amal perbuatan itu bergantung niat. Jika niat kita baik dan benar, tentu kita akan memperoleh balasan dari Allah Ta’ala. Tapi jika niatnya buruk, maka rugilah kita. Ibadah puasa pun butuh niat yang benar. Agar puasa kita sah menurut syariat dan mendapat balasan/pahala dari Allah “azza wa Jalla. Berikut ini niat berpuasa Ramadlan :

 نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ اَدَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانِ هَذِهِ السَّنَةِ لِلهِ تَعَالَى
“Nawaitu shouma ghodin “an adai fardli syahri romadloni lillahi ta’ala.”

(Aku niat berpuasa di hari esok untuk melaksanakan fardunya bulan Ramadlan di tahun ini karena Allah Ta’ala)

Niat hukumnya wajib. Niat digetarkan di hati dan diucapkan dengan lisan. Agar puasa kita sah, maka berniatlah dengan benar.

Demikianlah sedikit keterangan tentang tata cara berpuasa di bulan Ramadlan yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat. Terimakasih telah membaca  artikel ini.

Referensi : Kitab Ringkasan Shahih Muslim
                     www.nu.or.id
                    






    email this

0 komentar:

Post a Comment